Sekarsa: Rumahmu Bukan Aku

Rumahmu Bukan Aku


 Kau melangkahkan kaki kecilmu
Di sampingku
Kita menciptakan senyuman lugu
Karena alunan bayu yang lucu

Dan kau ayunkan jemari kurusmu
Menggenggamku
Kita berlari di bawah mendung
Serta senja yang nyaris layu

Kau menepi di antara rintik gerimis
Padahal ia tak begitu membasahi
Namun, kau membenci hujan yang kucintai
Kasih itu ternyata tak kau jabarkan dengan manis 

Genggaman itu kau buang 
Sembari meneduh kau hilang
Aku berdiri seorang
Apakah kau telah memilih pulang?



Ya, baik.
Mungkin kita harus berhenti bepergian
Karena tujuan yang sebenarnya tidak menentu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekarya: Analisis Naskah Drama “Malam Jahanam” karya Mottinggo Boesie

Sekarsa: Kembali

Sekarya: Ikatan di Gunung Kacangan