Sekarsa: Serupa Apa

Serupa Apa



Akan selalu ada tujuan untuk perginya
Serta tegaknya rumah untuk pulangnya

Detak jantungku yang acap kali bergemuruh
Telah bertemu dengan tatap wajahnya yang cerah
Tegak bersama kedua bahu yang tegap

Menetap dengan rasa yang telah beralamatkan
Dan sepucuk cinta yang bertuankan ia

Berani aku menantang rindu
Yang semula saling bertepuk menggebu 
Menuntut ruang temu yang hangat
Seperti dekapan di ujung senja

Dan aku hanya ingin bertanya,
Serupa persinggahan ataukah rumah sekiranya
Diriku dalam kedua netramu itu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekarya: Analisis Naskah Drama “Malam Jahanam” karya Mottinggo Boesie

Sekarsa: Kembali

Sekarya: Ikatan di Gunung Kacangan