Sekarsa: Kembali

 Kembali



Dan kau kembali temukan
Rumah pulang. Dengan kaki telanjang
Melalui jalanan yang
Tak bertuankan angan.

Dan kau kembali temukan
Rajutan benang senyuman
Yang kusut kusam. Tak bersentuhan
Dengan senyawa.

Dan kau kembali temukan
Detak jantung. Memburu
Pun bersedia mati karena
Bertaut dengan rasa angkuhnya.

Dan kau kembali temukan
Tumbuhan belukar. Yang layu
Bermimik muka sayu
Tanpa rasa malu. 

Kau kembali dengan secarik puisi.
Menjadikan senja yang tak berpenghuni
Tenggelam mengabdi pada hening
Melimbungkan diri
Untuk menolak jatuh kepada patahan hati.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekarya: Analisis Naskah Drama “Malam Jahanam” karya Mottinggo Boesie

Sekarya: Ikatan di Gunung Kacangan