Sekarya: Kesirat yang Memikat

Kesirat yang Memikat

Terdapat sebuah tempat wisata unik berlokasi di salah satu kabupaten yang terkenal dengan deretan pantai pasir putihnya di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai Kesirat atau Tanjung Kesirat, begitulah masyarakat menyebut tempat tersebut. Alamatnya berada di Dusun Karang, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul yang berjarak sekitar 45 km dari Kota Yogyakarta. Meskipun begitu, Tanjung Kesirat merupakan salah satu tempat wisata favorit yang banyak dikunjungi baik oleh masyarakat lokal maupun luar.

Terdapat suatu hal yang menarik dari Tanjung Kesirat. Mungkin dalam bayangan beberapa orang, pantai-pantai di Gunungkidul sudah pasti memiliki pasir putih bersih yang menyilaukan mata ketika diterpa sinar mentari. Namun, Tanjung Kesirat berbeda dibandingkan dengan pantai lainnya. Di sana wisatawan tidak akan menemukan pasir ataupun bermain dengan ombak-ombak kecilnya. Tanjung Kesirat hanya menyajikan tebing karang yang ditumbuhi semak rerumputan dan pohon-pohon di tepi bukitnya. Meskipun demikian, inilah hal menarik yang membuat Tanjung Kesirat menjadi istimewa di mata wisatawan.

Dari atas tebing yang cukup luas, wisatawan akan dapat melihat dan menikmati hamparan samudera biru yang begitu indah. Terdapat satu pohon ketapang yang tumbuh besar menjorok ke tepi tebing. Para wisatawan lokal kerap menyebutnya dengan nama “Pohon Abadi”. Pohon tua tersebut kerap dijadikan tempat beristirahat dan berteduh oleh para wisatawan seraya menikmati keindahan laut biru dengan angin laut yang begitu menyegarkan. Daun ketapang pada musim kemarau yang terlihat menguning pun menambah kesan estetika pada sisi tebing Tanjung Kesirat. Pada lokasi yang tak jauh pula dengan Pohon Abadi terdapat hamparan rumput yang cukup luas sehingga kerap dijadikan sebagai tempat camping oleh pengunjung.

Sama seperti pantai Samudera Hindia lainnya, intensitas ombak pada Tanjung Kesirat juga cukup besar. Ketika siang hari, ombak-ombak besar akan menghantam sisi tebing dan menciptakan suara debuman yang keras. Hal tersebut dapat dinikmati oleh wisatawan dari gazebo-gazebo kecil yang dibangun di bibir tebing. Dari sana wisatawan dapat mengabadikan momen tersebut dengan jelas karena bisa melihat air laut tepat di bawah mereka.

Karena lokasinya yang berupa tebing-tebing tinggi, Tanjung Kesirat juga dijadikan sebagai spot pemancingan yang banyak diminati. Wisatawan yang berkunjung ke sana pasti akan menjumpai beberapa orang yang memancing di salah satu tepi tebing. Kail dan tali yang digunakan oleh para pencari ikan itu pun terlihat sedikit berbeda dengan yang biasanya. Mereka menggunakan pancingan dengan tali yang begitu panjang mengingat tebing di Tanjung Kesirat ini cukup tinggi.

Dari beberapa hal tadi, hal yang paling memikat wisatawan dari wisata Tanjung kesirat ini ialah pemandangan matahari tenggelamnya yang begitu indah dan unik. Tanjung Kesirat akan terlihat semakin ramai ketika suasana sore sehingga petang menyapa. Wisatawan akan beramai-ramai menyaksikan pemandangan sunset yang terlihat begitu indah. Matahari seakan ditelan lautan dan menyisakan semburat jingga di atas langit yang semakin menambah keindahan Tanjung Kesirat. Tak jarang wisatawan akan mengabadikan momen tersebut sembari berswafoto di bawah Pohon Abadi dengan siluetnya yang indah.

Hingga hari ini Tanjung Kesirat masih menjadi destinasi wisata yang banyak diminati oleh masyarakat dari segala kalangan umur. Memang lokasinya terasa begitu jauh dari perkotaan, namun begitu wisatawan sampai di sana, rasa lelah di perjalanan akan terbayar lunas dengan pemandangan menakjubkan yang dimiliki Tanjung Kesirat hingga rasanya diri menolak untuk kembali pulang. Tanjung Kesirat selalu memiliki pesonanya sendiri untuk memikat siapapun yang datang mengunjunginya.


Lampiran

Gambar 1: Gazebo di Pantai Kesirat

Gambar 2: Matahari tenggelam di Pantai Kesirat

Gambar 3: Pohon abadi di Pantai Kesirat

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekarya: Analisis Naskah Drama “Malam Jahanam” karya Mottinggo Boesie

Sekarsa: Kembali

Sekarya: Ikatan di Gunung Kacangan