Sekarsa: Tanda Tanya
Ada selaksa kata yang belum sempat kukatakan. Sebait lagu yang belum sempat kunyanyikan. Sebanyak rindu yang kupendam. Serta sedalam sesak yang kurasakan.
Ada secuil rasa yang pernah dengan sengaja kuletakkan pada tempat yang tidak tepat. Tentang bagaimana cara ku mengerti apa arti dari semua kisah yang telah dengan sengaja kau ceritakan padaku di hari itu. Tentang perasaanmu yang terus menerus memberiku tanda tanya di setiap detik yang berlalu kian menjauh.
Hingga hari ini semua jawaban itu belum kutemukan. Memori-memori usang tentang kepergianmu pun masih tergambar jelas dalam kepalaku saat ini. Yang sebagian hanya terisi oleh beberapa kekecewaan yang pernah terasa begitu menyakitkan bagi kita berdua.
Aku selalu membuang egoku acap kali malam menghampiriku dengan setangkup air mata yang jatuh menganaksungai di pipiku. Tidak habis pikir, tidak bisa percaya, kau menyudahinya begitu saja tanpa pertanda. Lalu aku yang hanya diam bisa apa?
Kamu berjalan menjauh dengan semua perasaan yang kau dekap sendirian dalam dada. Begitupun dengan beban yang memenuhi kedua bahu tegapmu. Aku mungkin terlihat mengerti dirimu, namun sungguh aku benar-benar tidak bisa nemahamimu.
Sejuta kebimbangan ini bersemayam dalam diriku yang juga terpuruk dengan perginya dirimu waktu itu. Aku bersedih hingga mengacau segala sesuatu yang pernah berhubungan dengan rasa bahagia saat bersamamu. Aku meregang rasa yang pernah kita torehkan bersama lewat canda tawa itu.
Hingga hari tak kunjung berhenti menghukumku dengan rasa rindu dan kerinduan. Ku biarkan hatiku kosong setelah namamu benar-benar hilang dari sana. Membiarkan ia menjadi selayaknya hatiku yang dulu. Sesaat sebelum kau mengisinya dengan suka duka yang begitu indah.
Aku hanya harus belajar tersenyum dengan akhir cerita kita. Meski tak kunjung menemukan jawaban atas semua pertanyaanku yang sebenarnya beralaskan engkau.
Mungkin, hingga suatu saat ketika aku sudah mampu mengatakan pada diriku sendiri bahwa, aku telah baik-baik saja.
.jpeg)
Deep banget
BalasHapusmirip kisahnya siapa iniii
BalasHapus