Sekarsa: Langit dan Seluruh Keadaannya


aku mengagumimu

kilauan netra milikmu seperti cermin samudera lepas

yang membiru,

yang menjadi jingga,

yang terlihat seperti rumah paling nyaman,

untukku pulang dengan tenang


ingin kurengkuh engkau 

membagi secarik surat takdir yang ku punya

menjadi dua

untuk aku dan kau 

kemudian menghabiskannya bersama


dan aku harap waktu mampu membeku

biar tak terbuka lagi lukamu itu


namun dari sekian juta untaian cinta

sang bayu memberitahuku,

ada satu hal yang nyaris terlupa

bahwa ...

mengagumi langit saja tak cukup


kita harus mencintai mendungnya

yang menghitamkan gelar gumelar biru


serta seluruh petir dalam kepalanya

yang saling guruh gemuruh bersahutan


kemudian badai hujannya

yang menganak sungai memecah wajah bumi


Sama halnya dengan mencintaimu.

Aku ingin menerima langit dengan segala keadaannya.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekarya: Analisis Naskah Drama “Malam Jahanam” karya Mottinggo Boesie

Sekarsa: Kembali

Sekarya: Ikatan di Gunung Kacangan