Perubahan Fonologis pada Penyerapan Bahasa Asing ke dalam Bahasa Indonesia

 

Perubahan Fonologis pada Penyerapan Bahasa Asing

ke dalam Bahasa Indonesia

Putri Meilia Sari

NIM 22201241012

E-mail: putrimeilia.2022@student.uny.ac.id

Abstrak:

Bahasa merupakan unsur krusial dalam kehidupan manusia. Tanpa adanya bahasa, manusia akan kesulitan melakukan komunikasi dengan manusia yang lainnya. Bahasa Indonesia sendiri memiliki peran yang sangat penting bagi segenap bangsa karena merupakan bahasa pemersatu semua suku dan ras yang memiliki keberagaman bahasa sehari-harinya. Bahasa yang hidup akan terus mengalami perubahan dan perkembangan. Kosakata bahasa Indonesia begitu kaya dan beragam dikarenakan adanya pengintegrasian bahasa asing yang mempengaruhi. Bahasa Indonesia memiliki banyak sekali kata serapan dari berbagai bahasa asing yang tentunya membuat bahasa Indonesia semakin unik. Penyerapan kata yang terjadi bisa melalui beberapa perubahan sebelum benar-benar menjadi kata serapan. Perubahan tersebut antara lain seperti perubahan bentuk, perubahan penulisan, perubahan pelafalan, hingga perubahan makna.

Kata kunci: fonetik, penyerapan bahasa, fonologi

PENDAHULUAN

Bahasa merupakan suatu sistem simbol bunyi yang mempunyai arti dan makna melalui hasil alat ucap manusia dan digunakan sebagai alat komunikasi untuk mengungkapkan perasaan dan juga pikiran. Bahasa merupakan alat komunikasi utama yang digunakan oleh manusia untuk bersosialisasi dengan manusia lainnya, oleh karena itu keberadaan bahasa tidak dapat dipisahkan jauh dari kehidupan.

Yasin (2018) menyatakan bahwa bahasa dapat dikatakan hidup jika terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu serta memiliki sifat yang dinamis karena terus mengalami perubahan menyesuaikan zaman. Karena hal tersebut, bahasa Indonesia kini memiliki makna yang sangat luas bagi masyarakat Indonesia dan digunakan dalam berbagai konteks. Selain itu, Putradi (2016) berpendapat bahwa bahasa merupakan suatu alat yang mampu menunjukkan eksistensi sebuah bangsa. Hal tersebut dapat dilihat dari kata-kata dalam bahasa Indonesia yang merupakan serapan dari bahasa asing, baik yang diserap secara utuh atau mengalami sedikit perubahan di dalamnya. Penyerapan yang terjadi pada bahasa Indonesia ini didukung juga dengan seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi hingga komunikasi lisan antara penuturnya.

Suatu bahasa disebut asing dikarenakan bahasa tersebut tidak biasa digunakan oleh masyarakat di daerah tertentu. Di Indonesia, banyak sekali bahasa-bahasa asing yang sering digunakan oleh masyarakat kalangan tertentu. Misalnya seperti bahasa Inggris, bahasa Belanda, bahasa Jawa, bahasa Arab dan masih banyak lagi. Meskipun begitu, dari sekian banyak bahasa tersebut, masyarakat Indonesia tidak menggunakannya secara penuh. Dari sanalah mulai muncul istilah-istilah asing yang bertolak belakang dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia. Lalu dari hal tersebut muncullan pengintegrasian bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia yang kerap kita sebut dengan penyerapan. Oleh para ahli bahasa, kata dalam bahasa asing yang telah diserap itu pun dinamakan dengan kata serapan (Sari, 2020).

Terjadinya penyerapan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia tidak bisa dihindari begitu saja karena bahasa Indonesia juga digunakan dalam komunikasi dan pergaulan di dunia. Adanya interaksi dengan bangsa lain tentu semakin mendukung kemajuan bahasa Indonesia dan mampu menambah kosakata baru di dalamnya. Selain itu, penyerapan bahasa asing ini juga sudah dianggap lumrah karena terjadi secara alamiah dalam upaya penyesuaian dan adaptasi demi mempertahankan eksistensi suatu bahasa.

Kata serapan memberikan sejumlah manfaat, salah satunya yakni dapat memperbanyak kosakata sehingga membuat pengetahuan kita terhadap berbagai bahasa bisa lebih kaya. Kata serapan juga mempermudah seseorang untuk menyusun suatu kalimat karena bahasanya yang terasa lebih mudah, singkat, dan fleksibel. Dengan adanya kata serapan menunjukkan bahwa bahasa itu memiliki ciri khas tersendiri dalam pengucapannya.

KAJIAN PUSTAKA

1.      Fonologi

Istilah fonologi berasal dari kata ‘fono’ yang berarti bunyi serta ‘logos’ yang berarti ilmu. Dengan begitu, fonologi dapat diartikan sebagai ilmu bahasa yang mengkaji dan mempelajari bunyi-bunyi bahasa. Bunyi bahasa yang dimaksudkan adalah bunyi yang diciptakan oleh alat ucap manusia.

Secara umum, fonologi terbagi kembali menjadi dua cabang yang lebih kecil, yakni fonetik dan fonemik. Fonetik merupakah salah satu cabang fonologi yang mengkaji dan mempelajari bunyi bahasa tanpa mempertimbangkan maknanya. Sementara itu, fonemik merupakan salah satu cabang fonologi yang mengkaji bunyi bahasa berdasarkan perbedaan peranannya membedakan makna bahasa.

Fonetik mengkaji bagaimana cara bunyi bahasa dapat dihasilkan oleh alat ucap manusia, dialirkan , hingga diterima oleh alat pendengaran manusia. Dari hal tersebut, fonetik dibedakan kembali menjadi tiga jenis, yakni:

a.       Fonetik Artikulatoris: merupakan jenis fonetik yang mempelajari bagaimana bunyi bahasa dapat dihasilkan melalui alat-alat ujar manusia serta cara pengklasifikasian berdasarkan artikulasinya.

b.      Fonetik Akustis: merupakan jenis fonetik yang mempelajari bagaimana bunyi bahasa dapat dialirkan berupa gelombang-gelombang bunyi di udara. Fonetik jenis ini mengkaji frekuensi getaran bunyi, amplitudo, intensitas. Serta timbre bunyi bahasa yang ada.

c.       Fonetik Auditoris: merupakan jenis fonetik yang mempelajari bagaimana telinga sebagai alat penangkap bunyi pada manusia mampu menerima bunyi bahasa hasil alat ucap yang bergetar pada udara.

2.      Kata Serapan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata serapan berarti kata yang diserap dari bahasa lain atau asing dengan didasarkan pada kaidah bahasa penerima. Bahasa asing tersebut diintegrasikan ke dalam bahasa penerima dan bisa digunakan secara umum, baik dalam komunikasi sehari-hari atau kebutuhan tertentu. Keberadaan kata serapan berfungsi menambah kosakata bahasa penerima dan memberikan pengetahuan lebih kepada pemakainya.

Badudu (2003) menyatakan bahwa untuk menciptakan kata serapan terdapat 4 hal yang harus dilewati, yakni:

a.       Adopsi: penyerapan adopsi dapat dimaknai sebagai pemakaian bahasa secara keseluruhan dan tidak membedakannya dari segi bentuk ataupun maknanya.

b.      Adaptasi: penyerapan adaptasi dapat dimaknai sebagai pengadaptasian sebuah bahasa namun hanya mengambil maknanya saja, sedangkan bentuk atau cara penulisannya menggunakan kaidah ejaan bahasa Indonesia.

c.       Penerjemah: penyerapan penerjemah dapat dimaknai sebagai serapan yang mengambil dari padanannya dalam bahasa Indonesia.

d.      Kreasi: penyerapan kreasi dapat dimaknai sebagai pengambilan konsep dasar bahasa asing yang dirubah dan dikreasikan dengan bahasa Indonesia.

PEMBAHASAN

Bahasa Indonesia terus mengalami perkembangannya sepanjang sejarah perjalanan kemerdekaannya. Begitu banyak bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia yang hingga hari ini terus digunakan oleh masyarakat secara umum dalam kegiatan komunikasi sehari-hari. Proses penyerapan bahasa tersebut terjadi dengan atau juga tanpa perubahan baik dari ejaan, lafal, ataupun maknanya.

Berdasarkan hasil pengamatan, terdapat beberapa bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia dan telah dikukuhkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), antara lain:

1.      Bahasa Arab

Tabel 1. Kata serapan bahasa Arab

No.

Bahasa Arab

Kata Serapan dalam KBBI

1.

ramadhan

ramadan

2.

shalat

salat

3.

kursiun

kursi

4.

jamaah

jemaah

5.

akhirun

akhir

6.

khusnudzon

husnuzan

7.

infaq

infak

8.

zamanun

zaman

9.

nafsun

napsu

10.

sabti

sabtu

 

2.      Bahasa Belanda

Tabel 2. Kata serapan bahasa Belanda

No.

Bahasa Belanda

Kata Serapan dalam KBBI

1.

absentie

absensi

 

2.

adjudant

ajudan

 

3.

bagage

bagasi

 

4.

bezoek

besuk

 

5.

schakelaar

sakelar

 

6.

fabriek

pabrik

 

7.

pannetje

panci

 

8.

nanas

nanas

 

9.

plakband

lakban

 

10.

kantoor

kantor

 

 

3.      Bahasa Inggris

Tabel 3. Kata serapan bahasa Inggris

No.

Bahasa Inggris

Kata Serapan dalam KBBI

1.

abstarck

abstrak

 

2.

apartement

apartemen

 

3.

federation

federasi

 

4.

fashion

fesyen

 

5.

unique

unik

 

6.

telephone

telepon

 

7.

tractor

traktor

 

8.

quality

kualitas

 

9.

obsession

obsesi

 

10.

import

impor

 

 

4.      Bahasa Portugis

Tabel 4. Kata serapan bahasa Portugis

No.

Bahasa Portugis

Kata Serapan dalam KBBI

1.

botelha

botol

 

2.

boneca

boneka

 

3.

janela

jendela

 

4.

igreja

gereja

 

5.

almario

almari

 

6.

onda

ombak

 

7.

mandador

mandor

 

8.

maracuja

markisa

 

9.

domingo

minggu

 

10.

tirgo

terigu

 

 

5.      Bahasa Sansekerta

Tabel 5. Kata serapan bahasa Sansekerta

No.

Bahasa Sansekerta

Kata Serapan dalam KBBI

1.

chaya

cahaya

 

2.

phala

pahala

 

3.

akasa

angkasa

 

4.

smara

asmara

 

5.

bhaga

bagai

 

6.

dhrta

derita

 

7.

jivita

juwita

 

8.

laghu

lagu

 

9.

madya

madia

 

10.

rupya

rupiah

 

Berdasarkan beberapa data di atas dapat diketahui bahwa kosakata bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa asing mengalami beberapa perubahan, seperti perubahan bunyi, perubahan bentuk, perubahan makna antar bahasa.

SIMPULAN

Bahasa dianggap sebagai alat komunikasi utama bagi manusia untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan manusia yang lainnya. Bahasa yang hidup terus mengalami perkembangan seiring kemajuan zaman. Dari perkembangan tersebut muncullah istilah penyerapan bahasa asing yang membuat kosakata bahasa Indonesia menjadi kaya dan beragam. Penyerapan ini tentu mempengaruhi bentuk, lafal, hingga makna dari setiap katanya. Meskipun begitu, penyerapan bahasa tak bisa dihindari begitu saja karena memberikan sejumlah manfaat kepada pemakainya.  Kata serapan dianggap lebih sederhana dan mudah untuk digunakan berkomunikasi sehari-hari.

Bahasa Indonesia cukup banyak menyerap bahasa-bahasa asing. Misalnya saja seperti bahasa Arab, Belanda, Inggris, Portugis, hingga Sansekerta. Bahasa dengan kosakata asing tersebut telah masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sehingga masyarakat Indonesia bisa menggunakannya dengan bebas tanpa melanggar kaidah kebahasaan. Penyerapan setiap kata yang ada pun berbeda-beda sesuai dengan jenis penyerapannya yakni, adopsi, adoptasi, penerjamahan, atau kreasi.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Yunus. 2019. Konsep Dasar Bahasa Indonesia. Jakarta Timur: Bumi Aksara.

Herniti, Ening. 2006. “Serapan Bahasa Asing dalam Bahasa Indonesia”. SOSIO-RELIGIA, Vol. 5, No. 4, pp. 1-16. Diakses dari https://scholar.google.com/

Kurnia, Nurul Fatimah Endah Kurnia dan Chayo Hasanudin. “Analisis Kata Serapan dari Berbagai Bahasa Asing dalam Kehidupan Sehari-hari”. Jurnal disajikan dalam Seminar Prosiding, pada 04 Juli 2022 di Bojonegoro. Diakses https://scholar.google.com/

Mabruhoh, Kunganiah. 2017. “Perubahan Fonetik pada Kata Serapan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Jawa dalam Bahasa Harian (Kajian Analisis Fonologi)”. IQRA’ (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan), Vol. 2, No.2, pp. 305-324. Diakses dari https://scholar.google.com/

Putradi, Asisda Wahyu Asri. 2016. “Pola-Pola Perubahan Fonem Vokal dan Konsonan dalam Penyerapan Kata-Kata Bahasa Asing ke dalam Bahasa Indonesia: Kajian Fonologi”. Jurnal Arbitrer, Vol.3, No. 2, pp. 96-112. Diakses dari https://scholar.google.com/

Sari, R.P. (2020). “Kata serapan yang terdapat pada poster di Balai Latihan Kerja Padang”. Linguistik: Jurnal Bahasa & Sastra, Vol.  5, No. 1, pp. 151–158. Diakses dari https://scholar.google.com/

Sunarto, Muhammad Fikri. 2022. “Proses Perubahan Unsur Serapan Bahasa Asing-Indonesia dalam Podcast Close the Door Berjudul 500 Juta Bawa Pulang Sana Bersama Deddy Corbuzier”. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing, Vol. 5, No. 2, pp. 283-292. Diakses dari https://scholar.google.com/

Triyanto, dkk. 2022. “Analisis Fenomena Kata Serapan Bahasa Asing dalam Penulisan di Ruang Publik”. FASCHO, Vol. 11, No. 2, pp. 1-8. Diakses dari https://scholar.google.com/

Wurianto, Arif Budi. 2015. “Serapan Bahasa Sansekerta dalam Bahasa Indonesia”. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, Vol. 1, No. 2. Pp. 125-134. Diakses dari https://scholar.google.com/

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekarya: Analisis Naskah Drama “Malam Jahanam” karya Mottinggo Boesie

Sekarsa: Kembali

Sekarya: Ikatan di Gunung Kacangan