Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2023

Sekarsa: Baskara Jogja

Gambar
Sepertinya jagat bumantara tengah bersuka Mega ikut menari-nari  Menjadikan lazuardi itu berhias kapas Apakah baskara itu bersinar cerah karena mendengar suaramu bernyanyi? Atau .... Karena ingin bersaing dengan gumelar senyum milikmu? Namun, baskaraku masih tetap bertahta di langit jogja Sekalipun aku telah kalah. Dan kubiarkan bayangan awan bergilir .... Biar saja melindungimu dari teriknya  Oh, baskara di langit jogja Mengapa kau terus tertawa di atas sana? Padahal ia tak jatuh cinta dengan parasmu Padahal ia memilih berlindung dari hangatmu Padahal ia tak memilihmu. Bukankah seharusnya mega itu berubah menjadi tajuk mendung abu? yang kemudian membiru Seperti lautan samudera air mata .... Oh, baskara di langit jogja Seharusnya engkau pergi meredup Jangan terus memberikan cahaya untuknya Bukankah kau yang kini patah hati?

Sekarya: Analisis Psikologi Film Taare Zameen Par

Gambar
Analisis Psikologi Film  Taare Zameen Par A.     Sinopsis Film Taare Zameen Par Film Taare Zameen Par yang dirilis tahun 2007 ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki berusia delapan tahun bernama Ishaan yang mengalami disleksia. Ishaan merupakan anak kedua dari sepasang suami istri yang masih duduk di kelas 3 karena tidak naik kelas pada tahun sebelumnya. Ishaan terlihat sedikit berbeda dengan teman sekelasnya yang lain. Ia mengalami kesulitan dalam belajar, seperti sulit membaca, menulis, dan berhitung. Hal tersebut berbeda dengan kakaknya yang bernama Yohan yang merupakan siswa pandai dan selalu mendapat juara satu. Guru-guru yang ada di sekolah Ishaan menganggapnya bodoh dan malas belajar. Mereka merasa tak percaya bahwa Ishaan merupakan adik dari siswa yang pandai seperti Yohan. Namun, di luar itu Ishaan sebenarnya adalah seorang anak yang penuh dengan imajinasi. Saat proses pembelajaran pun Ishaan kesulitan mengikuti arahan dari guru sehingga ia dike...

Sekarya: Naskah Drama Gambar Perahu Layar di Dinding

Gambar
  Lakon GAMBAR PERAHU LAYAR DI DINDING Karya Putri Meilia Sari Diadaptasi dari cerpen karya Chairil Gibran Ramadhan   BABAK I ADEGAN I SUASANA SUDAH GADUH DI PAGI BUTA. DUA ORANG SIPIR YANG BIASANYA BERJAGA DI UJUNG LORONG MENGHUJAMI BERBAGAI PERTANYAAN PADA PARA TAHANAN DI SEL NOMOR DUA PULUH LIMA SEMBARI SESEKALI MENGHADIAHINYA DENGAN TENDANGAN DAN PUKULAN KE TUBUH MEREKA. SEMENTARA ITU, MELALUI TEMARAMNYA LAMPU TEMBAK DARI MENARA JAGA, PARA TAHANAN TIDAK BISA MENJAWAB DAN HANYA SESEKALI MENATAP KE ARAH DIDING SEL YANG SUDAH KOSONG TAK BERBEKAS.   SIPIR 1 Cepat katakan, ke mana kakek tua bangka itu kabur! (sambil memukulkan pentungan besi ke ulu hati Herman)   SIPIR 2 Tidak mungkin kalian semua tidak tahu!   SIPIR 1 Oh, atau jangan-jangan kalian yang bantu dia kabur?   (menendang rahang Kamal)   Masih tidak mau menjawab, hah?   TIYO Demi Tuhan, kami tidak tahu bagaimana Pak Yus kabur!   HERM...